Selasa, 16 Februari 2016

Kalung Pengikat Jodoh



Kalung Pengikat Jodoh
Al-Qadhi Abu Bakar Muhammad bin Abdul Baqi ketika berada di Mekah, suatu hari dia merasakan lapar yang amat sangat. Al-Qadhi tak menemukan sesuatu untuk mengganjal perutnya yang keroncongan, dan sepeser pun uang tak dimilikinya.
Tiba-tiba ia melihat sebuah kantung dari sutera yang diikat dengan kaus kaki yang terbuat dari sutera pula. Al-Qadhi kemudian memungutnya dan membawa pulang ke rumah.
Sesampai di rumah, dibukanya kantung itu. Dan alangkah terkejutnya Al-Qadhi ketika mengetahui isi kantung itu, sebuah kalung permata yang tak pernah dilihat seumur hidupnya.
Al-Qadhi kemudian keluar rumah, dan saat itu terlihat seorang lelaki tua yang berteriak mencari kantungnya yang hilang sambil memegang kantung kain yang berisi uang.
“Hai, barang siapa yang telah menemukan kantung sutera yang berisi permata milikku, dan mau mengembalikannya padaku, maka aku akan menebusnya lima ratus dinar,” kata lelaki tua itu.
Mendengar itu, Al-Qadhi berfikir akan bisa memiliki uang itu jika mengembalikan kantung sutera yang telah ditemukannya.
“Hai, Pak tua kemarilah,” panggil Al-Qadhi.
Al-Qadhi kemudian mengajak lelaki tua itu pulang ke rumahnya. Lelaki tua itu kemudian menceritakan tentang kantung sutera, ciri-ciri kaus kaki pengikatnya, dan ciri-ciri permata serta jumlahnya berikut benang yang mengikatnya.
Al-Qadhi kemudian memberikan kantung itu, dan lelaki tua itu pun memberikan uang lima ratus dinar sebagai gantinya. Namun, Al-Qadhi tidak mau mengambil uang itu.
“Memang seharusnya aku mengembalikan barang itu kepada Bapak tanpa harus mengambil upah untuk itu, karena barang itu memang milik bapak,” kata Al-Qadhi.
“Kau harus mau menerimanya, dan itu memang sudah janjiku,” ujar lelaki tua itu.
Al-Qadhi bersikeras tak mau mengambil uang itu, namun lelaki tua itu juga memaksanya. Meskipun dipaksa, Al-Qadhi tetap pada pendiriannya. Akhirnya, setelah mengucapkan terima kasih, lelaki tua itu pergi meninggalkan rumah Al-Qadhi.
Beberapa waktu kemudian, Al-Qadhi pergi berlayar meninggalkan kota mekah. Ditengah laut, perahu yang ditumpanginya pecah dihantam ombak.
Semua penumpang yang ada dalam perahu itu tenggelam bersama dengan harta benda mereka, hanya Al-Qadhi yang selamat dengan menumpang sebuah papan pecahan perahu itu. Untuk beberapa waktu ia terombang-ambing di tengah laut.
Akhirnya, Al-Qadhi terdampar di sebuah pulau yang berpenduduk. Ia kemudian memasuki sebuah masjid yang ada di pulau itu, dan duduk sambil membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Mendengar cara Al-Qadhi membaca Al-Qur’an, beberapa orang penduduk pulau itu datang mendekati Al-Qadhi.
“Ajarilah kami membaca Al-Qur’an,” katanya.
Dan Al-Qahdi pun memenuhi permintaan mereka, mengajari membaca Al-Qur’an. Dari mereka Al-Qadhi memperoleh uang yang lumayan banyak.
Di dalam masjid, Al-Qadhi menemukan beberapa lembar mushaf, diambil dan dibacanya.
Kau bisa menulis ?” tanya mereka.
“Ya,” jawab Al-Qadhi.
“Kalaubegitu, ajarilah kami menulis.”
Mereka pun datang dengan anak-anak serta para remajanya. Mereka diajarinya tulis menulis oleh Al-Qadhi. Dari itu juga ia mendapatkan banyak uang.
“Kami mempunyai seorang putri yatim,” kata salah seorang diantara mereka, “dia mempunyai harta yang cukup. Maukah kau menikahinya?”
Namun, Al-Qadhi menolak tawaran mereka.
“Tidak! Kau harus mau,” desak mereka.
Akhirnya, Al-Qadhi menuruti keinginan mereka. Ketika gadis itu dibawa kehadapannya, Al-Qadhi melihat kalung permata yang pernah ditemukannya di Mekah melingkar di leher gadis itu.
Tak ada yang dilakukan Al-Qadhi saat itu, kecuali hanya terus memperhatikan kalung permata di leher gadis itu.
“Sungguh, kau telah menghancurkan hati gadis yatim ini,” kata salah seorang penduduk pulau itu. “Kau hanya memperhatikan kalung itu. Rupanya kau tak mau memperhatikan gadis yang memakainya.”
Al-Qadhi kemudian menceritakan kepada mereka tentang kisahnya mengenai kalung itu. Setelah mereka tahu, serentak mereka meneriakkan tahlil dan takbir.
“Ada apa dengan kalian?” tanya Al-Qadhi.
“Tahukah engkau, bahwa orang tua yang pernah kau jumpai di Mekah dulu adalah ayah gadis ini. Dan dia pernah mengatakan, bahwa di tak pernah menjumpai seorang muslim sebaik oran yang telah mengembalikan kalung itu padanya. Maka dia berdoa, agar dipertemukan kembali dengannya untuk dapat menikahkan dengan putrinya. Dan sekarang rupanya hal itu menjadi kenyataan,” ujar mereka.
Al-Qadhi kemudian mengarungi kehidupan bersama gadis itu, dan mereka dikaruniai dua orang anak. Ketika istrinya meninggal, kalung permata itu menjadi harta pusaka bagi Al-Qadhi dan dua orang anaknya.

Senin, 15 Februari 2016

Dihukum Karena Pelit



Dihukum Karena Pelit
Suatu hari datang kepada Rasullullah seorang wanita dengan tangan kanannya yang lumpuh. “Wahai Rasullulah, berdoalah kepada Allah untuk kesembuhan tanganku ini, agar seperti semula,” pinta wanita itu. “Bagaimana bisa seperti itu ?” tanya Rasullullah.
Wanita itu kemudian bercerita, bahwa dia bermimpi seakan-akan hari kiamat telah tiba. Wanita itu melihat neraka jahanam telah menyala, dan surga telah terhampar. Didalam neraka terdapat beberapa lembah, dan dilihat ibuknya berada di salah satu lembah neraka itu. Pada tangannya terdapat lemak, dan tangan satunya lagi memegang kain lap kecil untuk menghindarkan dari jilatan api yang panas membara.
“Mengapa ibu berada dilembah ini? Ibu adalah seorang yang taat kepada Tuhan dan memiliki suami yang ridla kepada Ibu, tanya wanita itu.
“Anakku, semasa di dunia aku sangat pelit. Maka, disinilah tempatku,”jawab ibunya. “Untuk apa lemak dan kain yang ada ditangan ibu itu?”. “Ini adalah balasan sedekahku semasa didunia. Aku tak pernah bersedekah selama hidup, kecuali lemak dan kain lap. Dua benda inilah yang melindungiku dari api neraka ini.”
“Mana ayah?” tanya wanita itu. “Ayahmu adalah seorang yang dermawan semasa hidupnya. Kini dia berada ditempat para dermawan di dalam surga,”.
Maka wanita itu menuju surga untuk menemui ayahnya. Dilihat ayahnya sedang berdiri di dekat telaga, memberi minum orang-orang, yang menerima gelas dari tangan ali. Ali dari Ustman, Ustman dari Umar, Umar dari Abu Bakar, dan Abu Bakar dari tangan Rasullullah.
“Wahai ayah, ibuku yang taat kepada Allah dan kau ridlai berada disalah satu lembah neraka jahanam, sedang Ayah memberi minum orang-orang dari telaga Rasullulah. Ayah, Ibu sangat kehausan. Berilah ia air seteguk saja,”pinta wanita itu.
“Anakku, Ibumu berada ditempat orang-orang yang pelit dan pendosa. Allah mengharamkan air telaga ini bagi orang-orang bakhil dan pendosa,”jawab ayahnya menolak.
Namun wanita itu nekad mengambil gelas dan mengisinya dengan air telaga itu, kemudia dibawanya ketempat ibunya. Ketik ibunya meminum air pemberian anaknya itu, tiba-tiba terdengar suara; “Semoga Allah melumpuhkan tangganmu, karena kamu datang memberi minum orang yang pelit dan durhaka dari air telaga Muhammad.”
Wanita itu kemudian terbangun, dan didapati tangannya telah lumpuh. “Kepelitan Ibumu telah menghukummu didunia. Bagaimana dia nanti dihukum ?” Kata Rasullullah. Kemudian Rasullulah menaruh tongkatnya pada tangan wanita itu dan berdoa, “Ya Allah, dengan mimpi yang dituturkan wanita ini sembuhkanlah tangannya seperti semula.
Dan atas kehendak Allah, tangan wanita itu kembali seperti semula.
Dikutip dari : MB. Rahimsyah AR, 50 Dongeng Sebelum Tidur Untuk Anak Muslim, 2013, Surabaya: Bintang Usaha Jaya

Minggu, 07 Februari 2016

Cara Membuat Halaman Berbeda Dalam Satu File Di Microsoft Word



Cara Membuat Halaman Berbeda Dalam Satu File Di Microsoft Word
Latar belakang penulisan :   Sewaktu mengerjakan tugas akhir skripsi, ada kesulitan yang saya alami, yakni bagaimana caranya memasukkan format halaman yang berbeda-beda untuk setiap bab. Contohnya dalam halaman sampul, abstrak, lembar pengesahan, lembar persetujuan, kata pengantar, daftar isi diwajibkan untuk menggunakan format halaman dalam angka romawi (i, ii, iii, iv, v, dan seterusnya). Sedangkan untuk bab I, bab II, bab III, bab IV, dan bab V hingga lampiran diwajibkan menggunakan format halaman dalam bentuk angka standart 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya.
Nah atas kesulitan tersebut saya pun menjelajahi dunia internet untuk mencari tahu bagaimana caranya membuat halam yang berbeda dalam satu file di microsoft word. Saya pun mendapat banyak referensi yang selanjutnya saya uji coba terapkan di skripsi saya, nah hasilnya luar biasa sukses. Alhamdulillah
Akhirnya dengan niat untuk berbagi ilmu saya menuliskan pengetahuan saya di artikel ini. Semoga bermanfaat.
Untuk membuat sebuah dokumen dengan halaman yang berbeda-beda, biasanya anda membagi dokumen tersebut menjadi dua atau tiga file yang terdiri dari file yang berisi halaman sampul dan satunya lagi file dengan halaman dengan nomor angka romawi, selanjutnya file dengan penomoran angka standart. Namun hal seperti itu dapat kita jadikan menjadi satu file saja yang terdiri dari halaman dengan nomor romawi dan halaman dengan nomor angka standart. Untuk itu anda harus membuat section break. Dan berikut ini adalah cara yang bisa anda lakukan :

Langkah 1 :
Untuk membuat sebuah halaman yang memiliki nomor romawi, misalnya saja halaman judul sampai kata pengantar, klik insert, pada group menu Header&Footer klik Page Number kemudian pilih Bottom ofpage dan pilih Plain number 2

a.      Maka halaman 1 akan terlihat pada halaman judul. Untuk merubah angka standart menjadi angka romawi, klik pada page number dan pilih Format page numbers.
b.      Pada number format pilih i,ii,iii,…. Dan klik OK, maka nomor halaman akan berubah dari angka 1 menjadi i (angka romawi 1)
c.       Sampai disini semua halaman menggunakan angka romawi kecil.

Langkah 2
Untuk membuat halaman menjadi angka standart dan dimulai dari angka 1 tanpa merubah format nomor halaman sebelumnya, maka harus dibuat section break. Caranya adalah letakkan kursor pada halaman BAB I atau halaman yang nomor halamannya akan dirubah. Kemudian klik Ribbon Page Layout, dan klik Breaks pada group menu Page setup. Kemudian klik atau pilih Next page. Sampai disini new section break telah terbentuk.

a.   Klik ganda pada Footer / nomor halaman, pada ribbon design, group menu navigation, lalu nonaktifkan tombol Link to previous. Klik tombol tersebut hingga tidak berwarna kuning lagi.
b.   Hapus nomor halaman tersebut, kemudian pada ribbon design, group menu Header&Footer klik page number. Dan pilih format page numbers.
c.   Pada number format ubah i,ii,iii,…. Menjadi 1,2,3,… kemudian pada pilihan start at pilih 1 dan klik OK.

Dengan berakhirnya proses itu maka halaman dokumen sudah berubah sesuai dengan yang anda inginkan. Semoga bermanfaat

KRITIK DAN SARAN DARI  ANDA, SANGAT BERHARGA UNTUK PERBAIKAN

Senin, 19 Oktober 2015

Puisi - Pasar Malam



Pasar Malam
Lihatlah kawan
Pasar malam telah datang
Di sana banyak permainan
Anak anak sungguh senang
Ayolah kawan
Datanglah ke pasar malam
Naik komedi putar
Hati pun menjadi senang