Senin, 15 Februari 2016

Dihukum Karena Pelit



Dihukum Karena Pelit
Suatu hari datang kepada Rasullullah seorang wanita dengan tangan kanannya yang lumpuh. “Wahai Rasullulah, berdoalah kepada Allah untuk kesembuhan tanganku ini, agar seperti semula,” pinta wanita itu. “Bagaimana bisa seperti itu ?” tanya Rasullullah.
Wanita itu kemudian bercerita, bahwa dia bermimpi seakan-akan hari kiamat telah tiba. Wanita itu melihat neraka jahanam telah menyala, dan surga telah terhampar. Didalam neraka terdapat beberapa lembah, dan dilihat ibuknya berada di salah satu lembah neraka itu. Pada tangannya terdapat lemak, dan tangan satunya lagi memegang kain lap kecil untuk menghindarkan dari jilatan api yang panas membara.
“Mengapa ibu berada dilembah ini? Ibu adalah seorang yang taat kepada Tuhan dan memiliki suami yang ridla kepada Ibu, tanya wanita itu.
“Anakku, semasa di dunia aku sangat pelit. Maka, disinilah tempatku,”jawab ibunya. “Untuk apa lemak dan kain yang ada ditangan ibu itu?”. “Ini adalah balasan sedekahku semasa didunia. Aku tak pernah bersedekah selama hidup, kecuali lemak dan kain lap. Dua benda inilah yang melindungiku dari api neraka ini.”
“Mana ayah?” tanya wanita itu. “Ayahmu adalah seorang yang dermawan semasa hidupnya. Kini dia berada ditempat para dermawan di dalam surga,”.
Maka wanita itu menuju surga untuk menemui ayahnya. Dilihat ayahnya sedang berdiri di dekat telaga, memberi minum orang-orang, yang menerima gelas dari tangan ali. Ali dari Ustman, Ustman dari Umar, Umar dari Abu Bakar, dan Abu Bakar dari tangan Rasullullah.
“Wahai ayah, ibuku yang taat kepada Allah dan kau ridlai berada disalah satu lembah neraka jahanam, sedang Ayah memberi minum orang-orang dari telaga Rasullulah. Ayah, Ibu sangat kehausan. Berilah ia air seteguk saja,”pinta wanita itu.
“Anakku, Ibumu berada ditempat orang-orang yang pelit dan pendosa. Allah mengharamkan air telaga ini bagi orang-orang bakhil dan pendosa,”jawab ayahnya menolak.
Namun wanita itu nekad mengambil gelas dan mengisinya dengan air telaga itu, kemudia dibawanya ketempat ibunya. Ketik ibunya meminum air pemberian anaknya itu, tiba-tiba terdengar suara; “Semoga Allah melumpuhkan tangganmu, karena kamu datang memberi minum orang yang pelit dan durhaka dari air telaga Muhammad.”
Wanita itu kemudian terbangun, dan didapati tangannya telah lumpuh. “Kepelitan Ibumu telah menghukummu didunia. Bagaimana dia nanti dihukum ?” Kata Rasullullah. Kemudian Rasullulah menaruh tongkatnya pada tangan wanita itu dan berdoa, “Ya Allah, dengan mimpi yang dituturkan wanita ini sembuhkanlah tangannya seperti semula.
Dan atas kehendak Allah, tangan wanita itu kembali seperti semula.
Dikutip dari : MB. Rahimsyah AR, 50 Dongeng Sebelum Tidur Untuk Anak Muslim, 2013, Surabaya: Bintang Usaha Jaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar