Pancasila
dan Ideologi Lain
Ideologi dan dasar negara kita adalah Pancasila yang terdiri dari lima sila.
Kelima sila tersebut digunakan oleh Bangsa Indonesia sebagai dasar negara
karena Pancasila dipandang cocok bagi Bangsa Indonesia. Oleh karena Pancasila
dipandang baik dan cocok bagi Bangsa Indonesia, maka kita perlu
mempertahankannya melalui pengamalan dalam berbagai bidang kehidupan seperti
bidang pemerintahan, kehidupan masyarakat, dan bidang pendidikan.
Apakah negara-negara lain juga menggunakan Pancasila sebagai ideologi negaranya? Atau
apakah negara-negara itu memiliki ideologi sendiri?. Tentu saja negara-negara
lain selain Indonesia tidak menggunakan Pancasila sebagai ideologi negara.
Negara-negara lain itu mempunyai ideologi negarasendiri yang dipandang baik dan
cocok. Di dunia ini ada dua ideologi yang terkenal yaitu liberalisme dan
sosialisme. Ya, liberalisme dan sosialisme merupakan ideologi yang terkenal di
dunia.
Negara - negara atau bangsa mana yang
menganut ideologi liberalisme? Negara-negara mana pula yang menganut ideologi sosialisme?.
Ideologi liberalisme banyak dianut oleh negara-negara Barat, yakni Amerika
Serikat dan negara-negara Eropa seperti Inggris, Belanda, Spanyol, Italia dan
lain-lainnya. Sedangkan negara-negara yang menganut ideologi sosialisme adalah
Uni Soviet (sekarang Rusia), Cina, Korea Utara dan Vietnam.
Apakah perbedaan pokok antara ideologi
negara sosialisme dengan ideologi negara liberalisme?
|
No
|
Liberalisme
|
Sosialisme
|
|
1
|
Negara sebagai penjaga malam. Rakyat atau
warganya mempunyai kebebasan untuk berbuat atau bertindak apa saja asal tidak
melanggar tertib hukum.
|
Mementingkan kekuasaan dan kepentingan
negara
|
|
2
|
Kepentingan dan hak warganegara lebih
diutamakan dari pada kepentingan negara. Negara didirikan untuk menjamin
kebebasan dan kepentingan warganegara
|
Kepentingan negara lebih diutamakan
daripada kepentingan warga negara. Kebebasan atau kepentingan warganegara
dikalahkan untuk kepentingan negara
|
|
3
|
Negara tidak mencampuri urusan agama.
Agama menjadi urusan pribadi setiap warganegara. Negara terpisah dengan agama.
Warganegara bebas beragama, tetapi juga bebas tidak beragama.
|
Kehidupan agama juga terpisah dengan
negara. Warganegara bebas beragama, bebas tidak beragama dan bebas pula untuk
propaganda anti-agama
|
Perbedaan keduanya dapat dilihat dari
hubungan antara negara dengan warganegara. Dalam negara liberalisme, negara itu
diumpamakan sebagai penjaga malam atau polisi lalu lintas. Jadi tugas negara
hanya menjaga. Rakyat atau warganya mempunyai kebebasan untuk berbuat atau
bertindak apa saja asal tidak melanggar tertib hukum. Kalian sering melihat
petugas lalulintas bukan? Coba amati bagaimana tugas polisi lalulintas yang
berjaga-jaga di pertigaan atau di perempatan jalan. Mereka hanya mengawasi
jalannya lalulintas. Asalkan lalulintas lancar, mereka tidak berbuat apa-apa.
Baru jika terjadi pelanggaran lalulintas maka polisi berhak untuk menertibkan.
Itulah perumpamaan hubungan antara negara dengan warganegara pada negara yang menganut
ideologi liberalisme. Pada negara liberalisme, kepentingan dan hak warganegara
lebih dipentingkan daripada kepentingan negara. Negara didirikan untuk menjamin
kebebasan dan kepentingan warganegara.
Sekarang bagaimana halnya dengan negara sosialis?
Paham atau ideologi sosialis merupakan kebalikan dari ideologi liberalisme.
Bagaimana hubungan antara warga negara dengan negara pada negara sosialis? Dalam
negara sosialis, kepentingan negara lebih diutamakan daripada kepentingan warga
negara. Kebebasan atau kepentingan warganegara dikalahkan untuk kepentingan
negara. Jadi negara yang paling utama, sedangkan kepentingan warga negara nomor
dua. Kekuasaan negara sangat besar, sedangkan kekuasaan warganegara adalah
kecil.
|
No
|
Negara dengan Ideologi Pancasila
|
|
1
|
Hubungan
antara warganegara dengan negara adalah seimbang. Apa arti seim-
bang?
Artinya, tidak mengutamakan negara tetapi juga tidak mengutamakan
warganegara.
Kepentingan negara dan kepentingan warganegara sama-sama di-
pentingkan
|
|
2
|
Agama
erat hubungannya dengan negara. Negara memperhatikan kehidupan
agama.
Agama mendapatkan perhatian penting dari negara. Setiap wargane-gara
dijamin
pula kebebasannya untuk memilih salah satu agama yang ada dan diakui
oleh
pemerintah. Setiap orang harus beragama, tetapi agama yang dipilih dis-
erahkan
kepada masing-masing warganegara. Atheis atau tidak mengakui adanya
Tuhan,
tidak diperbolehkan
|
Setelah kita mempelajari tentang
perbedaan antara ideologi Pancasila, Liberalisme dan Sosialisme, lalu
bagaimanakah persamaan dari ideologi-ideologi tersebut. Persamaannya, baik
Pancasila, liberalisme, maupun sosialisme sama-sama digunakan sebagai ideologi
atau dasar negara. Pancasila digunakan oleh bangsa Indonesia, liberalisme
digunakan oleh bangsa Barat, sosialisme digunakan oleh negara-negara Sosialis.
Sekarang kita lihat bagaimana
hubungan antara negara dengan agama.
Bagaimana hubungan agama dengan negara pada negara liberal? Pada negara
liberal, negara tidak mencampuri urusan agama. Agama menjadi urusan pribadi
setiap warganegara. Negara terpisah dengan agama. Dalam negara liberal,
warganegara bebas beragama, tetapi juga bebas tidak beragama.
Bagaimana hubungan antara agama dengan negara pada negara
sosialis? Pada negara sosialis kehidupan agama juga terpisah dengan negara.
Warganegara bebas beragama, bebas tidak beragama dan bebas pula untuk
propaganda anti-agama.
Sekarang bagaimana hubungan antara agama
dengan negara pada negara Republik Indonesia yang berdasar Pancasila? Ingat
sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Sesuai dengan sila
tersebut, maka agama erat hubungannya dengan negara. Negara memperhatikan
kehidupan agama. Agama mendapatkan perhatian penting dari negara. Setiap
warganegara dijamin pula kebebasannya untuk memilih salah satu agama yang ada
dan diakui oleh pemerintah. Di Indonesia setiap orang harus beragama. Tetapi
agama yang dipilih, diserahkan kepada masing-masing warganegara. Di Indonesia
atheis atau tidak mengakui adanya Tuhan, tidak diperbolehkan. Propaganda
anti-agama juga dilarang.
Di bidang pendidikan, di negara sosialis
tujuan pendidikan diarahkan untuk membentuk warganegara yang senantiasa patuh
atau taat pada perintah negara. Di negara liberal, pendidikan diarahkan pada
pengembangan demokrasi. Di Indonesia, pendidikan diarahkan untuk membentuk
warganegara yang bertanggung jawab, memiliki akhlak mulia, dan takwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar